Monday, August 8, 2016

Kemandirian Dalam Teknologi Landing gear Pesawat N219

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sebelumnya masih dalam tahap pengujian roda pendaratan purwarupa untuk pesawat N219 yang tengah digarap bersama PT. Dirgantara Indonesia. Dikarenakan proses ini memakan waktu yang tidak singkat, maka pesawat prototipe N219 belum dapat diuji terbang pada Hari Kebangkitan Nasional (Harteknas) ke 21.
 
Pengujian yang dimaksud adalah pengujian drop test untuk melihat seberapa besar performa landing gear dalam menahan beban dinamis pesawat terbang saat mendarat. Pengujian yang dilakukan di laboratorium milik Lapan ini lebih dikenal dengan istilah Dummy Test.

Teknologi Roda pendaratan bisa dibilang sebagai teknologi baru di Indonesia yang mana ini sebagai salah satu teknologi kunci/inti dalam industri pesawat terbang. Sehingga pengujian ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dan tidak perlu terburu-buru.

Secara struktur dan desain, baik purwarupa maupun asli adalah sama. Yang sedikit membedakan adalah kualifikasi bahannya saja. Perbedaan ini nantinya akan mempengaruhi batas usia struktur serta kekuatan penuh dalam menerima beban maksimum.

Main Landing Gear (MLG) untuk  pesawat N219 dibuat oleh konsorsium industri swasta yang ada di Tangerang dan Bandung. Pihak konsorsium ini bertugas memproses bahan-bahan pembuatan roda pendaratan utama yang disuplai oleh PTDI.

Sebelum membuat yang asli, pihak konsorsium akan membuat yang versi purwarupa terlebih dahulu untuk dilakukan pengujian sehingga dapat terlihat bagaimana kekuatannya dalam menahan beban. Tujuannya tentu saja di samping untuk mendapatkan kuaklifikasi yang diharapkan juga untuk memastikan tidak terdapat cacat produk yang bersifat masal.



Artikel Terkait : Alamat Kantor Susi Air